Analisis Psikologi Keuangan Terhadap Perilaku Investasi Impulsif dan Risiko Kebangkrutan Akibat Fenomena FOMO
Keywords:
Psikologi Keuangan, Perilaku Investasi Impulsif, FOMO, Bias Kognitif, Risiko KebangkrutanAbstract
Ketidakpastian ekonomi global menuntut pengelolaan keuangan yang adaptif, namun keputusan investasi di pasar sering kali tidak didasarkan pada pertimbangan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh psikologi keuangan terhadap perilaku investasi impulsif serta risiko kebangkrutan yang dipicu oleh fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Melalui tinjauan literatur dan analisis kognitif, kajian ini menyoroti bagaimana bias psikologis—seperti overconfidence, herding, dan loss aversion—serta emosi seperti ketakutan dan keserakahan mendominasi proses pengambilan keputusan investor. Pengaruh media sosial mempercepat penyebaran informasi investasi yang tidak seimbang, sehingga mendorong perilaku irasional dan keputusan berisiko tinggi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa fenomena FOMO secara signifikan meningkatkan kecenderungan investasi impulsif yang berpotensi memicu kegagalan finansial dan kebangkrutan. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan serta kontrol emosional menjadi krusial untuk memitigasi dampak buruk bias psikologis dalam berinvestasi